Hal ini disampaikan dalam siaran pers Musyawarah Kerja Nasional VIII Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) yang dilaksanakan di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/2/2008).
Alternatif pertama dalam skenario tersebut adalah konsolidasi yang dilakukan antar BPD dalam satu pulau yang kemudian diteruskan dengan IPO (Initial Public Offering).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alternatif kedua, akan dipilih satu dari 26 BPD untuk menjadi induk perusahaan (holding company), atau dipilih salah satu BPD dalam satu pulau untuk jadi holding dan diikuti IPO.
Alternatif ketiga, pembentukan perusahaan baru sebagai BPD Holding Company yang kemudian diikuti IPO, akan tetapi langkah ini tentu membutuhkan proses yang panjang dan rumit
Alternatif ketiga ini dibentuk holding baru yang akan berfungsi sebagai payung bagi seluruh unit usaha jasa keuangan lainnya, mulai dari asuransi, leasing, modal ventura dan lainnya.
Holding baru ini juga akan menjadi kendaraan dalam mengakses permodalan dan pendanaan melalui pasar modal, baik saham maupun obligasi.
Setelah melakukan konsolidasi, BPD akan lebih fokus ke misi awal pembentukannya yaitu sebagai bank pembangunan terutama untuk pembangunan perekonomian di daerah. (dnl/ir)











































