Transaksi Obligasi Negara Naik 18,4%

Transaksi Obligasi Negara Naik 18,4%

- detikFinance
Kamis, 14 Feb 2008 11:56 WIB
Jakarta - Tingginya perbedaan atau spread antara kupon SUN dan fed fund rate mengakibatkan transaksi obligasi negara semakin marak.

Selama Januari 2008, frekuensi perdagangan obligasi negara meningkat. Nilai transaksi obligasi negara meningkat menjadi Rp 89,92 triliun dari sebelumnya bulan Desember 2007 yang sebesar Rp 75,93 triliun.

Hal tersebut disampaikan Dirut BEI Erry Firmansyah dalam musyawarah AEI di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Kamis (14/2/2008).

"Faktor pemicu adalah penurunan suku bunga the Fed yang mencapai 125 bps akibat adanya ancaman resesi di AS. Tingginya spread antara kupon SUN dan fed fund rate inilah yang memicu maraknya transaski obligasi," jelasnya.

Selama Januari terjadi transaksi obligasi negara sebanyak 4.732 kali naik dari 3.956 pada bulan Desember 2007.

Namun untuk obligasi korporasi dari sisi volume perdagangan justru mengalami penurunan. Di Januari nilainya hanya Rp 4,5 triliun, turun tipis dibanding bulan sebelumnya mencapai Rp 4,68 triliun.

Erry melihat masih ada prospek positf di bursa pada tahun 2008. Faktor pemicunya antara lain rencana IPO 8 perusahaan pada triwulan I-2008. Kemudian privatisasi BUMN.

"Paling tidak ada 8-10 BUMN yang diharapkan masuk ke pasar, itu akan menambah pasokan ke pasar sehingga likuiditas bertambah," ujarnya.

Namun dari global efek negatifnya masih ada yakni resesi AS, fluktuasi harga minyak dunia, inflasi di China dan naiknya harga pangan di dunia. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads