Demikian disampaikan Chief Business Development Pakuwon Group, Ivy Wong, usai penandatangan kerjasama dengan Mandiri, di kantor pemasaran Gandaria Heights, Jl Gandaria, Jakarta, Kamis (14/2/2008).
"Hingga akhir 2008, kita menargetkan pre-sales sebesar 60% dari whole project, terutama apartemen dan office, karena dari keseluruhan proyek, hanya dua itu yang dijual, sementara sisanya, hotel dan mall disewakan," ujar Ivy.
Total biaya pembangunan proyek Gandaria City, yang terdiri dari 2 menara apartemen, 1 menara perkantoran, 1 menara hotel dan mall, diperkirakan menghabiskan dana Rp 1,9 triliun.
Dua menara apartemen memiliki 680 unit. Hotel 250 unit. Menara kantor setinggi 30 lantai.
"Yang sudah launching itu apartemen menara A, sudah laku 70% senilai Rp 350 miliar, dan office, sudah laku 30% senilai Rp 70 miliar," ujar Ivy.
Dengan demikian, satu menara apartemen kira-kira senilai Rp 500 miliar, dan satu menara kantor nilainya Rp 250 miliar. Kesimpulannya, nilai total dua menara apartemen dan satu menara kantor adalah Rp 1,25 triliun.
Sementara itu, hingga akhir tahun 2008 Gandaria City ditargetkan terjual 60% dari total nilai penjualan apartemen dan kantor, yang sebesar Rp 1,25 triliun. Dengan demikian, target pra penjualan Gandaria City di 2008 ini diperkirakan sebesar Rp 750 miliar.
Kerjasama dengan Mandiri
Dalam kesempatan tersebut, ditandatangani kerjsama fasilitas kredit pemilikan apartemen (KPA) dari Mandiri kepada calon pembeli apartemen Gandaria Heights milik Pakuwon Group.
Menurut Managing Director Consumer Finance Mandiri, Omar S Anwar, Mendiri memberikan bunga 7,77%, atau terendah dalam sejarah bunga bank BUMN terbesar itu.
Apartemen Gandaria Heights yang terdiri dari 2 menara, merupakan bagian dari kompleks Gandaria City milik Pakuwon Group. Selain apartemen, Gandaria City juga memiliki hotel bintang lima, mal dan office tower.
Pembangunan seluruh kompleks Gandaria City, diperkirakan menghabiskan dana Rp 1,9 triliun. Dari keseluruhan proyek, baru apartemen menara A dan hotel yang sudah launching.
"Target kita, kalau bisa sebanyak-banyaknya calon pembeli yang menggunakan KPA Mandiri," ujar Omar.
Pada tahun 2007, Mandiri menyalurkan Rp 14,2 triliun untuk kredit konsumer. Dalam protofolio kredit Mandiri, kredit konsumer mengambil porsi 11-12% dari total penyaluran kredit.
"Dari Rp 14,2 triliun tersebut, 40-70% untuk KPR, sedangkan KPA hanya sekitar 15%," papar Omar.
Omar juga menyatakan optimis dapat menguasai pangsa pasar KPA-KPR di masa mendatang.
"Karena penetrasi pasar KPA-KPR di Indonesia baru 2%, sementara di Malaysia sudah mencapai 30%. Jadi peluangnya masih besar," ujar Omar.
(dro/qom)











































