Miranda: Jangan Ada Pembunuhan Karakter di BI

Miranda: Jangan Ada Pembunuhan Karakter di BI

- detikFinance
Senin, 18 Feb 2008 19:04 WIB
Bandung - Bank Indonesia (BI) kini jadi lembaga yang paling banyak disorot karena sejumlah pejabatnya tengah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom pun ikut bersuara.

"Jangan sampai terjadi pembunuhan karakter di internal BI, sebelum adanya bukti yang menunjukkan kebenaran kasus ini," kata Miranda disela-sela acara peluncuran bukunya 'The Indonesian Experience' di aula Graha Sanusi Unpad, Jalan Dipati Ukur, Bandung, Senin (18/2/2008).

Miranda justru menilai, institusi BI adalah pelaku tranformasi yang menonjol di negeri ini.
"Memang BI yang paling menonjol karena institusi lain belum ada yang melakukan reformasi seperti BI yang dilakukan tahun 2000 lalu," kata Miranda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah mantan pejabat dan pejabat BI kini sudah masuk dalam daftar cekal. Sementara dua pejabat BI yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sudah ditahan, yakni Direktur Hukum BI Oey Hoey Tiong dan Kepala BI Surabaya Rusli Simanjuntak.

Sedangkan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus aliran dana ke DPR.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads