Aset Perbankan Syariah Jatim Baru 6,12%

Aset Perbankan Syariah Jatim Baru 6,12%

- detikFinance
Selasa, 19 Feb 2008 15:21 WIB
Jakarta - Porsi aset perbankan syariah di Jawa Timur baru mencapai 6,1% dari total aset perbankan syariah nasional. Angka itu lebih rendah dibandingkan porsi perbankan syariah Jawa Barat yang mencapai 11,4%.

Sementara per Desember 2007, pangsa aset perbankan syariah terhadap total aset bank umum di Jatim mencapai 1,33 persen.

Hal tersebut disampaikan Deputi Pemimpin BI Surabaya, Wiyoto kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di ruang eksekutif loungh lantai III BI Surabaya Jalan Pahlawan, Selasa (19/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan aset kredit dan dana pihak ketiga (DPK) bank umum syariah di Jatim secara tahunan berada jauh di atas pertumbuhan keseluruhan bank umum di wilayah yang sama.

Demikian pula fungsi intermediasi syariah yang tercermin pada tingkat financing deposit ratio (SBR), yang mencapai 105,23 persen. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan total bank umum yang hanya mencapai 64,19 persen.

Sampai dengan Desember 2007, laba perbankan syariah mencapai Rp 105,13 miliar. Itu berarti tumbuh 34,31 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 33,98 persen.

"Bank syariah juga memiliki keunggulan-keunggulan yang belum banyak diketahui masyarakat umum," tambah Wiyoto.

BI menargetkan pangsa perbankan syariah mencapai 5 persen hingga akhir tahun 2008. Untuk itu, selain meningkatkan kinerja perbankan syariah, BI juga melakukan sosialisasi dan program edukasi masyarakat untuk peningkatan awareness terhadap bank syariah.

"Festival ekonomi syariah (FES) adalah salah satunya," ujar Wiyoto.

FES diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bank syariah. Meski pangsanya relatif terbatas, namun perkembangan indikator perbankan syariah selama tahun 2007 cukup menggembirakan.

Untuk itu, jelas dia, FES yang digelar dengan menghadirkan 52 stand lembaga keuangan maupun non lembaga keuangan diharapkan dapat mengedukasi publik. Sekaligus menyediakan sarana interaksi yang interaktif. Baik antar pelaku perbankan dan keuangan syariah dengan masyarakat.



(fat/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads