Jika BTN diambil alih BRI, maka permasalahan kesenjangan pembiayaan yang selama ini mendera BTN akan terselesaikan.
"Opsi IPO hanya euforior saja dibandingkan kalau dia diambil BRI, kenapa BRI? Karena BRI dan BTN bisa menciptakan sinergi yang baik dengan jaringan yang besar," ujar Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam rapat kerja dengan Komisi V di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan menambahkan jika BTN diakusisi oleh BRI, ongkos biaya untuk meminjam kredit dari BTN akan menjadi lebih murah karena BRI sudah memiliki cabang dan jaringan yang luas.
"Mekipun di-take over nantinya, BTN tidak boleh berubah khitahnya sama sekali, yaitu bank yang fokus pada perumahan," ujarnya.
Sofyan mengatakan pemerintah nanti akan menetapkan golden share jika BTN diambil alih oleh BRI sehingga BTN tidak mengalami perubahan dari yang selama ini. "Jadi golden share itu yang mengatur," ujarnya.
Golden share yang dimaksud adalah meskipun saham yang dimiliki pemerintah tinggal 0,01 persen saham namun memiliki wewenang untuk mengatur bahwa BTN tidak boleh mengalami perubahan peran dari sebelumnya.
Jika BTN melakukan IPO, maka penyelesaian kesenjangan pembiayaan belum tentu akan teratasi. Tapi dengan pengambilalihan, lanjutnya, BTN akan menjadi anak perusahaan BRI, dan akan terbantu dalam hal kesenjangan pembiayaan.
(ddn/qom)











































