Menurut Dirut BTN Iqbal Latanro, konsultan itu akan menyelesaikan tugasnya pada 13 Maret 2008. Konsultan itu akan memaparkan opsi yang paling baik ke pemerintah.
"Kita sudah tunjuk konsultan independen pada 13 Februari 2008, dan sekarang sudah mulai bekerja, sebagaimana telah diamanatkan oleh Menneg BUMN," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti akan dirapatkan dengan pemerintah untuk privatisasi BTN," ujarnya.
Iqbal menegaskan, bahwa pemerintah saat ini belum memutuskan apakah akan melepas saham BTN melalui IPO atau strategic sales. Kedua opsi itu masih menjadi wacana yang belum diputuskan oleh pemegang saham.
Pada kesempatan yang sama Menneg BUMN Sofyan Djalil juga mengatakan BTN diberikan waktu untuk melakukan kajian sendiri mengenai opsi apa yang akan dipilih.
"Saya minta BTN untuk coba melakukan studi terbaik dalam menentukan aksi yang dia pilih, cari yang terbaik mana yang bisa menyelesaikan mismatch maturity dalam pembiyaannya karena cost of fund BTN saat ini cukup tinggi," ujarnya.
Dalam rapat tersebut anggota Komisi V cenderung lebih menyetujui BTN untuk dilepas ke pasar melalui IPO sehingga dengan demikian BTN tetap bisa fokus pada pembiyaan perumahan.
(ddn/ir)











































