"Dua nama yang diajukan Presiden, kami nilai tidak layak. Karena itu kami mendesak fraksi-fraksi di DPR untuk menolak dan mengembalikan dua nama itu kepada presiden," ujar Menteri Pertahanan Kabinet Bayangan Yuddy Chrisnandy dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/2/2008).
Dua nama yang diajukan SBY itu yakni Direktur Utama Mandiri Agus Martowardoyo dan Wakil Direktur Utama Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Raden Pardede.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah belum mengakomodir aspirasi masyarakat sehingga tidak berlebihan jika Presiden kembali mengajukan nama tapi ada dari internal BI. Sebab menurut UU nama yang diajukan maksimal 3 orang," ujarnya.
Menurut Menteri Perhubungan dan Transportasi dari Kabinet Bayangan Azwar Anas, kedua nama yang diajukan oleh SBY tidak punya rekam jejak terhadap kebijakan ekonomi makro dan pertumbuhan moneter yang sekarang dibutuhkan.
"Gubernur BI haruslah orang yang kompeten untuk membuat kebijakan moneter, memulihkan perekonomian, dan menjaga stabilitas kurs rupiah," tegasnya.
Keduanya pun sepakat agar pemerintah sebaiknya mengambil calon Gubernur BI representasif dari 8 Dewan Gubernur BI saat ini.
"Kalau dari 8 itu tidak ada kan bisa di bawahnya. Saya yakin pemerintah tahu kapasitas orang per orang dari BI tersebut," ujar Azwar. (ziz/nrl)











































