BII Tak Khawatir Temasek Keluar

BII Tak Khawatir Temasek Keluar

- detikFinance
Selasa, 26 Feb 2008 12:41 WIB
Jakarta - Rencana penjualan saham Temasek di PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) tidak akan mengganggu bisnis bank tersebut. Manajemen BII memastikan kinerja perseroan tetap baik meski terjadi perubahan pemegang saham.

"Tidak ada kekhawatiran soalnya bisnis lagi bagus, suku bunga relatif rendah, pertumbuhan dan kondisinya masih menggembirakan. Kami optismistik pertumbuhan di luar Jawa masih tinggi," kata Wadirut BII, Sukatmo Padmosukarso disela-sela acara Perbanas di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa (26/2/2008).

Temasek yang merupakan pemegang saham pengendali BII melalui Fullerton Financial Holdings Pte Ltd (FFH) memutuskan untuk menjual sahamnya sesuai dengan Peraturan Kepemilikan Tunggal (SPP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

FFH memperkirakan akan menyelesaikan proses penjualan BII sebelum tenggat waktu pada akhir bulan Desember 2010.

FFH melalui konsorsium Sorak menguasai 55,85% saham BII. FFH masih terkait dengan Temasek yang juga memiliki saham di Bank Danamon. Sehingga Temasek harus memilih salah satu BII atau Danamon.

Konsorsium Sorak terdiri dari FFH 55%, Kookmin Bank 25% dan ICD Financial Group Holdings Limited 20%.

"Nantinya kontrolnya berubah dari Temasek ke bukan Temasek. Saya kira mereka sedang mengevaluasi itu," kata Sukatmo.

Sukatmo mengaku tidak tahu, apakah selepas dijual Temasek, BII akan tetap mayoritas dimiliki asing. "Saya belum tahu nanti akan kami umumkan pada waktunya ya paling lambat 2010. Kami belum tahu karena prosesnya diumumkan dulu, dilapor ke BI langkahnya baru pelaksanaan. Kapan selesainya ya kecuali 2010 pasti harus selesai," urai Sukatmo.

Mengenai kabar Faralon yang ikut mengincar BII, Sukatmo menjawab," Gak tau, belum dengar".

BII juga menegaskan penjualan saham oleh Fullerton tidak akan berpengaruh pada anak usahanya PT Wahana Ottomitra Multifinance Tbk (WOM Finance).

"Karena itu investasi strategis dari BII jadi proyeksi pertumbuhan anak perusahaan kami masuk dalam rencana bisnis. Jadi tidak ada kaitannya dengan divestasi Fullerton," tuturnya. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads