Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Budi Rochadi usai jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (28/2/2008).
"Tahun ini kita butuh uang kertas baru sebanyak 5,5 miliar bilyet, jadi kita ingin mengurangi cost dari pencetakan uang," jelasnya.
Oleh karena itu untuk tahun 2009, BI tidak akan menerbitkan uang kertas pecahan Rp 1.000 untuk mengurangi cost tersebut.
"Uang kertas pecahan Rp 1.000 sering dipakai sehingga sering rusak dan ini menyebabkan kita harus mencetak yang baru, jadi tahun 2009 pecahan Rp 1.000 akan dibuat dalam bentuk logam sehingga tidak cepat rusak dan mengurangi cost cetak uang," tuturnya.
(dnl/ddn)











































