Dalam kebijakan kontrol devisa yang dibuat Desember 2006, BoT menetapkan jumlah cadangan minimum sebesar 30%. Dana itu harus disimpan dan tidak boleh keluar dari Thailand.
Kebijakan itu dibuat oleh BoT dalam rangka meredam aksi spekulasi baht yang terus merajalela dan membuat mata uang itu menguat tajam. Keputusan itu diumumkan hanya sehari setelah Thaksin dikudeta.
"Bank Sentral memutuskan untuk mencabut kebijakan kontrol devisa karena membaiknya situasi perekonomian," ujar Gubernur BoT, Tarisa Watanagase seperti dikutip dari AFP, Jumat (29/2/2008).
Menteri Keuangan Thailand Surapong Suebwonglee mengatakan, kebijakan kontrol devisa 30% itu menjadi keprihatinan para investor. Kepada para pebisnis, pemerintah Thailand berjanji akan mengamandemen sejumlah peraturan yang telah mengikis kepercayaan para investor. Termasuk didalamnya adalah kebijakan kontrol devisa itu.
Pemerintah Thailand kini sedang menunggu informasi lebih rinci dari BoT tentang perubahan tersebut.
"Kami akan mempertimbangkan apakah dapat meninggalkan kebijakan itu dan kemi dapat membuat sebuah kebijakan untuk mencegah kepanikan pasarketika keputusan akhir dibuat," ujarnya seperti dikutip dari Bangkok Post. (qom/ir)











































