Hal ini dikatakan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat (29/2/2008).
"Yang penting yang terbaik untuk BTN, BTN tetap pada khitahnya menjadi bank perumahan yang membiayai kredit perumahan, membiayai keluarga kelas menengah ke bawah, jadi tidak boleh berubah," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting BTN bisa lebih berkembang, kami jamin itu. Kalau tidak BTN akan lebih kecil lagi, sekarang dengan capex Rp 30 triliun kecil sekali sedangkan bank swasta berkembang cepat," ujarnya.
Selain itu permasalahan mismatch pembiayaan juga menjadi alasan dibutuhkannya modal tambahan bagi BTN.
"Persoalan mismatch sulit diatasi, kecuali pemerintah intervensi dalam arti pemerintah beri modal kalau tidak, tidak bisa oleh karena itu kami pikir yang terbaik untuk BTN. Tapi kesimpulan kita dengan DPR adalah nanti konsultan berikan penilaian terbaik bagi BTN," katanya.
Untuk konsultan independen, BTN telah memilih Bahana Securities yang hasil kajiannya akan selesai pada 23 Maret 2008. (dnl/ir)











































