Seperti dilansir dari South China Morning Post, Senin (3/3/2008) nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai US$ 1 miliar atau lebih.
Temasek yang merupakan perusahaan investasi milik pemerintah Singapura telah mengumumkan rencana penjualan BII karena terkait peraturan Bank Indonesia (BI) soal kebijakan kepemilikan tunggal (SPP). Temasek harus memilih salah satu BII atau Bank Danamon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FFH melalui konsorsium Sorak menguasai 55,85% saham BII. Konsorsium Sorak terdiri dari FFH 55%, Kookmin Bank 25% dan ICD Financial Group Holdings Limited 20%.
"China banyak melakukan impor kayu dari Indonesia. Sentimen politik di Indonesia juga terus membaik, ini memberikan kesempatan untuk bank-bank China untuk melakukan akuisisi," kata Ivan Li Sing-yeung, analis dari Kim Eng Securities.
ICBC pada Januari 2007 telah mengakusisi 90% saham bank kecil yakni Bank Halim yang memiliki aset US$ 50 juta dengan 12 kantor cabang. ICBC juga mengakusisi Seng Heng Bank, bank terbesar di Macau serta membeli Standard Bank di Afrika Selatan.
Juru bicara ICBC hanya mengatakan pihaknya terus mencari kesempatan untuk mengembangkan bisnis di negara-negara berkembang. Pihak ICBC belum mau brekomentar soal kabar pembelian BII tersebut.
Sejumlah bank juga disebut-sebut mengincar BII. Dari dalam negeri, Bank Mandiri juga dikabarkan mengincar bank yang didirikan oleh taipan Eka Tjipta ini.
(ir/qom)











































