Total kredit yang belum dicairkan perbankan sampai dengan Desember 2007 adalah sebesar 20 persen dari total kredit perbankan sepanjang 2007 atau sekitar Rp 180 triliun.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Halim Alamsyah usai acara "Penandatanganan SP3K antara Bank Umum Konvensional/Syariah dengan BPR Konvensional/Syariah dan Penganugerahan Kriya Pranala Award 2007 Dalam Rangka Linkage Program, di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (3/3/3008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian besar kredit yang tidak diserap sepanjang 2007 adalah kredit modal kerja. "Dan ini memang karena siklus ekonominya seperti itu. Besaran itu (Rp 180 triliun) merupakan nilai rata-rata, jadi tiap tahun kurang lebih sebesar itu," tuturnya.
Β
Halim mengatakan memang penyerapan kredit untuk sektor industri pada tahun 2007 kurang meningkat. "Yang besar penyerapannya adalah di sektor perdagangan dan jasa," ujarnya.
Meskipun penyerapan kredit modal kerja cukup rendah, Halim mengatakan untuk kredit investasi peningkatannya cukup cepat dari peningkatan kredit modal kerja.
(dnl/ddn)










































