Obligasi Marak, Undisburse Loan 2007 Capai Rp 180 Triliun

Obligasi Marak, Undisburse Loan 2007 Capai Rp 180 Triliun

- detikFinance
Senin, 03 Mar 2008 13:19 WIB
Jakarta - Makin banyaknya alternatif pembiayaan melalui pasar modal membuat kredit yang belum dicairkan (undisburse loan) perbankan cukup besar.

Total kredit yang belum dicairkan perbankan sampai dengan Desember 2007 adalah sebesar 20 persen dari total kredit perbankan sepanjang 2007 atau sekitar Rp 180 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Halim Alamsyah usai acara "Penandatanganan SP3K antara Bank Umum Konvensional/Syariah dengan BPR Konvensional/Syariah dan Penganugerahan Kriya Pranala Award 2007 Dalam Rangka Linkage Program, di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (3/3/3008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tahu obligasi juga menjadi salah satu alternatif sumber pembiayaan perusahaan, karena kecenderungan penurunan suku bunga sehingga biayanya lebih murah ketimbang suku bunga kredit bank," jelasnya.

"Sebagian besar kredit yang tidak diserap sepanjang 2007 adalah kredit modal kerja. "Dan ini memang karena siklus ekonominya seperti itu. Besaran itu (Rp 180 triliun) merupakan nilai rata-rata, jadi tiap tahun kurang lebih sebesar itu," tuturnya.
Β 
Halim mengatakan memang penyerapan kredit untuk sektor industri pada tahun 2007 kurang meningkat. "Yang besar penyerapannya adalah di sektor perdagangan dan jasa," ujarnya.

Meskipun penyerapan kredit modal kerja cukup rendah, Halim mengatakan untuk kredit investasi peningkatannya cukup cepat dari peningkatan kredit modal kerja.
(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads