Ekonom Bicara Soal 2 Cagub BI

Public Hearing Dimulai

Ekonom Bicara Soal 2 Cagub BI

- detikFinance
Rabu, 05 Mar 2008 10:59 WIB
Jakarta - Komisi XI DPR RI untuk pertama kalinya menggelar public hearing guna mendapat masukan mengenai 2 calon gubernur Bank Indonesia, sebelum dilakukan uji kelayakan dan kepatutan.

Public hearing ini merupakan keputusan yang diambil ditengah polemik mengenai 2 calon gubernur BI yakni Agus Martowardoyo dan Raden Pardede yang diputuskan awal pekan ini.

Pada sesi pagi ini telah hadir tiga pakar tersebut terdiri dari pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, Mirza Adityaswara analis credit suise, Sri Adiningsih ekonom dari UGM.

"Rahmat Saleh mantan gubernur BI pun kita undang dan Rizal Ramli pun kita undang, kita akan bagi dua sesi yaitu sesi pagi dan sesi siang," kata anggota komisi XI Drajat Hari Wibowo anggota komisi XI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/3/2008).

"Menahkodai BI tidak mudah, apalagi setelah reformasi terutama mantan gubernur BI dan gubernur BI semua terlibat kasus hukum. Karena BI adalah lembaga independen, oleh karena itulah tentu saja perlu melihat sebaiknya BI dipimpin oleh orang yang tepat," kata Sri Adiningsih.

Ia juga mengatakan ada empat rambu-rambu yang bisa diperhatikan oleh anggita DPR dalam memilih calon gubernur BI.

Pertama, proses penerimaan atau penolakan itu jangan sampai kontroversial, kalau hal ini terjadi, lanjut Sri, hal ini bisa bahaya karena BI sebagai penjaga gawang stabilitas ekonomi terhadap terpaan ekonomi global. Selain itu juga dikhawatirkan kemampuan BI menjaga stabilitas akan sulit karena hasil dari kontroversi.

Kedua, Terkait BI itu memiliki tugas yang banyak sekali sehingga perlu adanya tuntutan dan pengalaman terutama keahlian yang relevan seperti perbankan dan perekonomian.

"Pak Agus setidaknya sudah punya pengalaman di bank umum, Pak Raden pengalaman akademisnya bagus, meskipun pengalamannya di bank tidak terlalu bagus," ujarnya.

Ketiga, selama ini gubernur BI syarat dengan masalah kasus hukum. Untuk itu ia menilai masalah integritas dan kredibilitas sangat penting sekali, karena BI sebagai sentral untuk bisa dipercaya.

Keempat, yaitu masalah kepemimpinan. Ia mengatakan bahwa memilih gubernur BI bukan hanya keahliannya tetapi aspek kepemimipinannya. "Kalau deputi itu lebih pada keahlian, sedangkan kalau bicara gubernur itu sangat penting sekali kepemimpinannya," ungkapnya.

Ia juga mengharapkan gubernur BI yang terpilih bisa menjadi sebagai agen perubahan dan agen pembangunan di BI itu.

"Dari dua calon ada plus minus nya, yang jelas saya berharap apapun keputusannya harus dilihat dengan jernih," himbaunya.

Sedangkan Endin Soefihara Wakil Ketua Komisi XI mengatakan pelaksanaan public hearing kali ini merupakan pertama kalinya dalam proses pemilihan gubernur BI oleh DPR.

"Selama ini begitu surat dari presiden mengenai nama calon gubernur BI , kita langsung lakukan fit and proper test," katanya.

(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads