Hal tersebut disampaikan Dirut BNI Gatot M Suwondo di sela-sela acara CEO Meeting di Hotel Intercontinental Mid-Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (4/3/3008).
"Kita sudah melakukan kajian mengenai dampak kalau kita beli BII, kami tidak tertarik dengan BII," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Menneg BUMN Sofyan Djalil mempersilakan bank-bank BUMN untuk membeli saham BII yang dimiliki oleh Fullerton Financial Holdings Pte Ltd (FFH)
Keputusan Fullerton yang kepanjangan tangan dari perusahaan investasi Singapura ini sesuai dengan Rencana Penyesuaian Struktur Kepemilikan yang disampaikan FFH kepada Bank Indonesia pada bulan Desember 2007 yang lalu.
FFH melalui konsorsium Sorak menguasai 55,85% saham BII. FFH masih terkait dengan Temasek yang juga memiliki saham di Bank Danamon. Sehingga Temasek harus memilih salah satu BII atau Danamon. Konsorsium Sorak terdiri dari FFH 55%, Kookmin Bank 25% dan ICD Financial Group Holdings Limited 20%.
Bank dari China disebutkan tertarik untuk membeli BII yakni Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) dan China Construction Bank (CCB). Sementara dari dalam negeri Bank Mandiri juga dikabarkan tertarik membeli saham BII.
(ddn/ir)











































