"Kan kalau mekanisme pembeliannya melalui pertukaran obligasi rekap, maka nanti pemerintah bisa mengurangi utangnya, tapi nanti pertukarannya dilihat dari besaran harga yang diberikan pemerintah kalau disetujui," ujar Dirut BNI Gatot M Suwondo di sela-sela acara CEO Meeting di Hotel Intercontinental Mid-Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (4/3/3008).
Saat ini total obligasi rekap yang dimiliki BNI adalah sebesar Rp 16 triliun. Jika BNI dibolehkan membeli BTN dengan menukar obligasi rekapnya, maka sedikitnya ada 3 keuntungan yang didapat yakni beban pemerintah ke BNI akan berkurang. Kedua, pemerintah tidak pusing lagi karena lebih sedikit bank BUMN, dan ketiga BNI bisa bersinergi dengan BTN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot menambahkan jika BNI disetujui untuk membeli BTN, maka pihaknya memastikan BTN tetap akan menjadi bank yang stand alone, tetap mengurusi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), semua KPR di BNI akan dialihkan ke BTN.
"Kalau kita dikasih beli oleh pemerintah kita beli dan tidak akan kita merger BTN, tapi tetap stand alone, dan kalau kita dikasih oleh pemerintah maka tidak akan ada lagi KPR di BNI maupun pembiayaan kepada pengembang, semuanya pindah ke BTN," ujarnya.
(ddn/ir)











































