2 Calon Gubernur BI Layak Ikut Fit and Proper Test

2 Calon Gubernur BI Layak Ikut Fit and Proper Test

- detikFinance
Rabu, 05 Mar 2008 12:27 WIB
Jakarta - Dua calon gubernur Bank Indonesia layak mengikuti tahap fit and proper test yang akan dilakukan oleh DPR. Dua calon tersebut dinilai sama-sama memiliki kelebihan dalam memimpin Bank Indonesia (BI) terkait kemampuan dalam menguasai masalah moneter dan keorganisasian BI.

Demikian disampaikan oleh Mirza Adityaswara analis perbankan dan praktisi pasar modal dalam acara public hearingΒ  di komisi XI DPR RI, Rabu (5/3/2008).

"Melihat Pak Agus dan Pak Raden. Pak Agus telah melakukan perbaikan di signifikan di bank Mandiri. Pak Raden juga punya pengalaman di BCA walaupun secara langsung tidak terjun praktis. Saya menyarankan agar DPR menyetujui dua calon tersebut dan melanjutkan ke fit and proper test," harapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara pandangannya sebagai seorang pakar pasar keuangan, ia menilai dua calon ini cukup baik karena tidak mendapat reaksi di pasar keuangan.

Menurutnya ada dua tantangan yang dihadapi oleh gubernur BI yang baru yaitu pertama masalah moneter dalam negeri-global dan tantangan membangun organisasi BI yang kredibel, independen dan bertanggung jawab.

Untuk soal moneter, Mirza menekankan bahwa meningkatnya harga komoditas global terkait tantangan inflasi dan perlambatan ekonomi AS sebesar 0,5% dikuartal IV 2007 perlu menjadi perhatian gubernur BI yang baru.

"Selama ini tidak ada pengetatan kredit, sebelumnya perusahaan yang mau pinjam ke luar negeri lebih mudah sekarang susah," katanya.

Ia juga menilai tantangan sistem keuangan yang dihadapi oleh BI menjadi penting, khususnya dalamΒ  membangun pasar surat utangΒ  yang stabli.

"Sekarang ada 125 triliun surat utang yang ada di investor asing, karena tentunya mereka akan melihat stablitas moneter. Kalau surat utang bergejolak maka yang kena adalah APBN," ungkapnya.

Terkait tantangan organisasi di BI, Mirza menilai selama ini reformasi perbankan sudah baik sejak 12 tahun lalu. Untuk itu perlu gubernur BI yang bisa melanjutkan reformasi perbankan.

"Kepemimpinan menjadi kunci yang penting terkait reformasi internal di dalam BI sendiri, Untuk itu dibutuhkan gubernur bank sentral yang bisa bekerja sama, antar internal" ucapnya.

Sementara itu pengamat ekonomi, Ichsanuddin Noorsy mengatakan perlu adanya satu tambahan calon gubernur BI, tujuannya agar bisa mengakomodir jenjang karier yang ada di BI.

"Presiden seharusnya lebih arif terhadap jenjang karier yang ada di BI, selama ini organisasi di BI termasuk yang terbaik. Sebaiknya tambah satu lagi, sebab kalau ditolak tidak mengganggu kewibaan presiden, selain itu juga bisa menghormati jenjang karier di BI," paparnya. Β 

(hen/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads