Tujuannya menekan cost of loanable fund sehingga suku bunga kredit bisa lebih rendah, dan kredit menjadi semakin meningkat.
Â
Hal ini dikatakan oleh Deputi Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom usai acara CEO Forum, di Hotel Intercontinental, Jakarta, Rabu (5/3/2008).
Â
"Beberapa bank melakukan itu, salah satu bank BUMN besar juga melakukan itu. Kami memang mendukung karena cost of loanable fund itu kan harus diturunkan supaya bank bisa memberikan kredit dengan suku bunga yang lebih rendah. Marginnya dari suku bunga deposito ke suku bunga kredit tidak terlalu jauh," tuturnya.
Â
Miranda mengatakan dalam keadaan seperti saat ini meskipun di saat suku bunga AS turun jauh dan suku bunga BI tetap 8 persen, namun suku bunga kredit terus turun terutama pada bank-bank yang berhasil menekan cost of loanable fund.
Â
"Salah satu bank BUMN sudah berhasil melakukan itu, dia melakukan efisiensi, melakukan diversifikasi dari sumber dana mahal. Misalnya dari deposito yang mahal-mahal dia tidak perpanjang, sehingga dengan biaya pengadaan dana yang lebih murah cost of loanable fund lebih murah," urainya.
Â
Dengan begitu, maka perbankan bisa memberikan pinjaman dengan suku bunga yang lebih murah sehingga kredit bisa tumbuh lebih besar.
"Karena makin banyak yang mampu meminjam dengan suku bunga kredit yang lebih murah, semua bank kita anjurkan untuk melakukan diversifikasi funding-nya, dan melakukan mixed yang baik sehingga cost of loanable fund-nya bisa lebih rendah," jelasnya.
Â
Bagi BI sendiri, hal ini merupakan himbauan dan Miranda menilai sebenarnya bank perlu untuk melakukan hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































