Obligasi subdebt itu diterbitkan tahun 2003 dengan tenor 10 tahun dan call option (opsi beli) pada Oktober 2008. Penerbitan subdebt kala itu untuk menambah modal (CAR) perseroan.
"Kita belum tahu apakah nanti membayarnya melalui cash atau menerbitkan subdebt lagi," kata Sekretaris Perusahaan BRI, Hartono Sukiman usai acara CEO Forum di Hotel Mid Plaza, Jakarta, Rabu (5/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika menerbitkan lagi subdebt, lanjut Hartono, dananya bisa juga untuk akuisisi. "Tapi itu masih kita perhitungkan apakah kita menggunakan subdebt atau cash untuk call options dulu. Jadi masih kita hitung dilihat caranya sebagai bank jangkar apakah masih bisa," jelasnya.
Mengenai rencana penerbitan obligasi Rp 1 triliun, menurut Hartono itu masih wacana. "Itu semua nanti kita putuskan minggu depan," ujarnya.
Saat ini, menurut Hartono modal perseroan mencapai Rp 18 triliun, "Ini juga bisa digunakan untuk mengakuisisi bank," katanya.
(dnl/ir)











































