"IDB minta Indonesia berbagi pengalaman pengentasan kemiskinan yang mulai dikenal secara internasional. Termasuk fasilitas kredit dan microfinance yang sudah berjalan, akan ditujuk sebagai pola yang akan diadopsi untuk diterapkan," kata Menkeu Sri Mulyani, Kamis (6/3/2008).
Hal ini ia sampaikan usai mendampingi Presiden SBY menerima delegasi IDB yang dipimpin oleh Presiden IDB, DR Ahmad Muhammad Ali. Mantan presiden BJ Habibie dan Direktur Regional IDB Ahmad Hadiri turut hadir dalam pertemuan di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta.
Program ISFD bertujuan meningkatkan dan menodorong solidaritas antar negara Islam meningkatkan kesejahteraan rakyat di negara-negara Islam. Caranya dengan mendorong tumbuhnya kegiatan UMKM dan pembukaan lapangan kerja baru melalui berbagai kebijakan politik, ekonomi, pendidikan dan bantuan teknis lain yang diperlukan.
"Di sini peran Indonesia memberi bantuan teknis ke negara-negara lain dan program di Indonesia sendiri," jelas menkeu.
Lebih lanjut Sri Mulyani menyatakan, untuk realisasi cita-cita besar itu IDB baru berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 2,6 milyar dari USD 10 milyar yang dibutuhkan. Kunjungan delegasi IDB sore ini pun juga untuk meneguhkan kembali komitmen negara-negara anggota IDB memberi kontribusi dalam progran ISFD.
"Dana sebesar USD 10 milyar itu akan diinvestasikan, dan bunganya yang akan dipakai mendanai pengurangan kemiskinan," sambungnya.
(lh/ddn)











































