BNI Pilih Rahasiakan 10 Besar Obligornya

BNI Pilih Rahasiakan 10 Besar Obligornya

- detikFinance
Jumat, 07 Mar 2008 09:07 WIB
Jakarta - Jika Mandiri secara rutin mempublikasikan obligor-obligornya, tidak demikian dengan BNI yang memilih untuk merahasiakan 10 besar obligornya.

"Kita tidak perlu men-declare, nanti mereka malah tidak kooperatif," ujar Dirut BNI Gatot M Suwondo dalam media gathering dengan pimpinan media massa di Mid Plaza, Jakarta, Kamis (6/3/2008).

Namun Gatot mengaku bisa mengapresiasi langkah Mandiri mempublikasikan 10 besar obligornya. Hal itu dikarenakan umumnya obligor itu memiliki utang yang besar sehingga Mandiri butuh dukungan dari publik untuk menyelesaikannya.

Sementara BNI memilih untuk tidak mempublikasikannya karena umumnya obligor besar itu tidak terlalu besar utangnya jika dibandingkan dengan obligor Mandiri.

"Obligor kita yang terbesar itu hanya Rp 500 miliar," ungkap Gatot.

Ia juga mengungkapkan, 1 dari obligor besar BNI yakni Garuda kini juga sudah menyelesaikan kewajibannya. Menurut Gatot, dalam waktu dekat ada satu obligor besar BNI yang akan segera menyelesaikan utangnya.

"Kira-kira 2 sampai 3 bulan lagi dia janji akan menyelesaikan," ujarnya.

BNI juga merasa tak perlu mempublikasikan obligor itu, karena sebenarnya obligor itu dulunya bersifat kooperatif. Namun mereka akhirnya harus menjadi korban krisis dan juga korban dari situasi perekonomian.

Aturan Basel II

Terkait aturan Basel II, menurut Gatot hal itu akan mempengaruhi CAR BNI. Ia mengungkapkan, jika aturan itu benar-benar diterapkan, maka CAR BNI akan turun sekitar 1,5-2%.

"CAR kita akan turun kalau Basel II diterapkan," ungkapnya.

(qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads