Angka pemesanan tersebut tumbuh 31,28% dari indikasi awal ORI 004 yang ditargetkan mencapai Rp 10,25 triliun.
Demikian penjelasan Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu, Rahmat Waluyanto dalam jumpa pers hasil penawaran ORI 004 di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (10//3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembeli ORI 004 terdiri dari 37.724 pemesan dari 31 provinsi minus Sulawesi Barat dan Irian Jaya Barat. Sehingga rata-rata agen penjual menjangkau sekitar 2.096 pemesan.
Target pemesan ORI 004 dibagi menjadi tiga wilayah yaitu pertama DI Jakarta, kedua Indonesia Barat dan ketiga, Indonesai tengah dan timur.
Pemesanan di DKI tumbuh 46,62% dari ORI 003, di Indonesia barat tumbuh 42,56% serta wilayah III tumbuh 30,87%.
Komposisi pemesan yang paling banyak pada kisaran Rp 5-100 juta sebesar 54,59% dari total pemesan.
Agen terbanyak penjualan ORI adalah: pertama, Bank Mandiri Rp 2,393 triliun. Kedua, Bank Danamon Rp 1,408 triliun. Ketiga, BNI Rp 1,392 triliun. Keempat, BCA Rp 888,095 miliar. Kelima, Citibank Rp 821,945 miliar.
Komposisi pembeli ORI dari karyawan swasta 22,98%, ibu rumah tangga 22,68%, wiraswasta 22,5%, lain-lain 21,67% dan TNI-Polri 10,71%. (ir/qom)











































