Raden yang mendapat kesempatan pertama dalam fit and proper test di depan Komisi XI DPR, Senin (10/3/2008) memasukkan masalah subsidi dalam pemaparannya.
"Hasil simulasi yang dibuat depkeu menunjukkan apabila harga minyak mencapai US$ 100 per barel dengan tingkat produksi minyak sekarang ini, maka subsidi minyak dan energi serta pangan diperkirakan dapat mencapai Rp 250 triliun suatu jumlah yang sangat besar. Sebagai akibatnya terjadi relokasi sumber daya dari sektor belanja baik barang maupun investasi pemerintah ke sektor subsidi yang tidak produktif dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pelambatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," tutur Raden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dradjad mengatakan hal itu bisa menjadi kans negatif buat Raden, karena seolah tidak mendukung subsidi buat rakyat.
"Maka itu kita akan konfirmasi lagi soal pernyataannya itu," kata Dradjad.
Dradjad mengakui saat ini polarisasi di Komisi XI masih tajam baik yang menerima ataupun yang menolak calon gubernur BI. Sehingga Dradjad mengaku tidak bisa memprediksi hasilnya seperti apa.
"Ini proses pemilihan paling complicated dibanding tahun 2003 karena ada desakan dari anggota dewan agar calon itu bisa dari kalangan internal juga," tutur Dradjad.
Saat ini proses fit and proper tes Raden sedang memasuki waktu istirahat dan akan dilanjutkan lagi pukul 14.00 WIB.
(ir/qom)











































