Demikian salah satu dari 5 tantangan dalam perekonomian Indonesia yang dipaparkan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dalam uji kepatutan di Komisi XI, DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/2008).
"Maraknya arus dana asing perlu diwaspadai karena menimbulkan beberapa potensi guncangan, ini yang menjadi risiko di pasar modal kita, memang pasar modal kita kelihatannya tenang-tenang saja tapi ternyata tidak karena kita perlu mewaspadai kalau ada pembalikan modal asing," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di SBI berapa puluh triliun dana asing kalau misalkan SPN yang tenornya 1-2 bulan ini diterbitkan maka akan lebih ideal dan asing masuknya ke situ karena itu berguna untuk membiayai defisit," ujarnya.
Tantangan lainnya menurut Agus adalah ketidakpastian ekonomi akibat kondisi global, kenaikan harga minyak dan komoditas penting di dunia, gejolak nilai tukar, dan tantangan terakhir adalalah masalah struktural ekonomi dimana penyediaan infrastruktur yang belum memadai.
Kelima tantangan ini bermuara pada 2 permasalahan utama ekonomi. Pertama perlambatan ekonomi di Indonesia dan yang kedua peningkatan inflasi.
Karena itu ada 4 pilar utama untuk menjaga ekonomi, pertama penguatan institusi dan budaya kerja, kedua pengelolaan kebijakan moneter secara cermat, ketiga pengawasan sektor perbankan, dan keempat sistem pembayaran yang efisien.
"BI harus menjadi institusi yang disegani di dunia nantinya," ujarnya.
(ddn/ir)











































