Agus Marto Jelaskan Fitnah Suap

Agus Marto Jelaskan Fitnah Suap

- detikFinance
Selasa, 11 Mar 2008 15:01 WIB
Jakarta - Kandidat gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo mengklarifikasi fitnah yang menyebar melalui SMS tentang isu penyuapan dana Rp 100 miliar kepada anggota Komisi XI DPR.

Agus menjelaskan fitnah tersebut dalam proses fit and proper test di Komisi XI DPR, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/2008).

Pertanyaan soal SMS gelap ini dicuatkan oleh Misbach Hidayat dari PKB ditengah pertanyaan umum soal kemampuan Agus dibidang moneter dan perbankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus sendiri membantah telah melakukan perbuatan yang memalukan itu. Menurutnya untuk berpikir seperti itu pun tidak ada sama sekali.

Berikut pertanyaan soal isu suap tersebut.

Misbach Hidayat (PKB) : Mengenai SMS gentayangan yang beredar di Komisi XI dan katanya Pak Agus sudah mengirimkan duit Rp 100 miliar. Bagaimana pak Agus menanggapi hal tersebut karena itu mencoreng kita semua?

Kemudian Habil Marati dari PPP ikut menimpali: Apa pertanyaan ini perlu di-quote pers bisa nggak pers meng-quote ini, karena kan kalau ada itu kita semua harus berani bertanggung jawab kalau ini ditelusuri gimana pak ketua?

Dradjad Wibowo dari PAN: Saya kira nggak masalah kecuali kalau kita memang ketakutan hal ini dibuka kan kita enggak kan. Jadi nggak apa apa diliput sama pers.

Melchias Mekeng dari Golkar: Ya sudah kalau gitu dijawab dulu saja pertanyaan ini, baru nanti dilanjutkan ke pertanyaan selanjutnya.

Awal Kusumah dari Golkar (Ketua Komisi XI): Kami sudah melakukan penelusuran untuk mengklarifikasi masalah ini.

Agus Marto langsung menjawab: Mengenai SMS itu saya sama sekali tidak pernah kirim SMS dengan nada seperti itu.

Misbach: Pak ketua kan sudah disumpah bahwa pak Ketua tidak pernah menerima uang dari pak Agus dari SMS itu, supaya berimbang maka pak Agus pun harus berani bersumpah.

Awal Kusumah: Oke pak Agus bagaimana apakah anda bisa bersumpah?

Agus Marto: Saya sebetulnya tidak keberatan, tapi ini kan bukan sidang pengadilan. Jadi kami mohon. Jangankan peristiwa ini, peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kami sebelum-sebelumnya juga kami selalu menjunjung integritas. Karena itu adalah kebanggaan kami.Β  Kami menjunjung tinggi azas keadilan dan kejujuran. Kami sama sekali berpikir pun tidak untuk memikirkan hal itu. Jadi kami ingin nantinya BI juga menjadi institusi yang terpercaya. Jadi saya sama sekali tidak mengirim SMS itu.

Penjelasan Agus ini akhirnya diterima oleh Komisi XI DPR. Ketua Komisi XI pun akhirnya mempersilakan pertanyaan lain dari anggota DPR untuk Agus Marto. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads