Namun menurut Agus, untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia tidak perlu pengalaman yang mumpuni untuk memimpin otoritas moneter itu.
"Memang saya belum berpengalaman di BI, tapi tidak perlu seorang dokter untuk mengurus sebuah rumah sakit dan tidak perlu pilot untuk mengurus perusahaan penerbangan," ujarnya dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI, DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ramson Siagian misalnya, menilai Agus yang selama ini menjabat Dirut Bank Mandiri merupakan bawahan dari Menneg BUMN, dan juga Menteri Keuangan.
"Jadi kesannya dikendalikan oleh pemerintah. Karena itu saya menanyakan bagaimana pendapat Bapak Agus mengenai hal itu, pemaparan Pak Agus itu cenderung mikro padahal BI itu cenderung berpikir moneter," ujarnya.
Ramson menegaskan fraksinya tetap menolak calon gubernur dari pemerintah. "Tapi karena kita kalah voting kemarin akhirnya ya sudah dilaksanakan tapi kami tetap konsisten menolak menurut saya ada indikasi tidak independen, harusnya ada calon dari internal," ujarnya.
Menanggapi hal ini, Agus mengatakan pihaknya bukan orang pemerintah, dia mengaku sebagai kalangan profesional.
"Kami orang profesional memang kami kerja sejak orde baru, dan memang belum berpengalaman kerja di BI, tapi kami kan sudah bekerja di bidang keuangan mengelola perbankan kalau misalkan tidak ada pengalaman di bidang keuangan dan moneter mana mungkin kami bisa menjadikan bank dimana kami bekerja menjadi sehat," ujarnya.
Jawaban Agus ini kembali mengundang interupsi anggota Dewan yang tidak mau tahu soal keberhasilan Agus di bank-bank yang dia kelola seperti Bank Permata dan Bank Mandiri.
"Kita sudah tahu, jangan menceritakan lagi, kita ingin tahu bagaimana kalau bapak bekerja sebagai Gubernur BI," ujar seorang anggota dewan.
Agus menimpali lagi, jika DPR memilihnya sebagai gubernur BI, maka pihaknya akan membuat team work yang solid.
"Bapak kalau pilih kami sebagai Gubernur BI, Bapak tidak salah pilih, karena kami akan mampu memperbaiki dan membangun Bank Indonesia, satu-satunya kekuatan untuk memperbaiki dan membangun Bank Indonesia adalah integritas, kami bisa membangun tim yang solid sejauh ini untuk memperbaiki nilai-nilai perusahaan dan pasti juga nilai institusi seperti Bank Indonesia," ujarnya.
Rapat uji kepatutan ini dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB.
(ddn/qom)











































