Berutang via SMS itu kini sedang mewabah di Swedia dan juga negara-negara skandinavia, termasuk juga AS. Caranya? Cukup kirim SMS ke provider penyedia jasa kredit itu, dan tunggulah sekitar 15 menit. Uang dengan jumlah hingga 3.000 kronor atau sekitar US$ 500 atau sekitar Rp 4,5 juta pun akan segera masuk ke rekening Anda.
Debitur akan dikenai fee sebesar 500 kronor dengan bunga 50 kronor. Kredit itu harus dibayar dalam jangka waktu hanya 30 hari.
Kemudahan mendapatkan kredit via SMS itu mendapat respons yang luar biasa, terutama dari kaum muda. Mereka umumnya ingin mendapatkan uang dengan cepat untuk mengikuti gaya hidupnya tanpa pertimbangan apakah mampu membayar atau tidak.
"Kredit vis SMS ini sangat mudah dan cepat. Mereka (kaum muda) bereaksi sebelum mereka berpikir konsekuensinya. Merek ingin membeli baju, pergi ke bar, restoran dan jalan-jalan sekarang juga dan bukan sebulan atau dua bulan kemudian," ujar Amy Tran, pelajar berusia 20 tahun.
Agen pemulihan kredit macet Swedia, Kronofogden mencatat dari 20.000 kredit, sebanyak 35,9% diantaranya diberikan kepada kaum muda dengan usia 18-25 tahun.
"Inilah alasan agar kita lebih serius memperhatikan perkembangan ini," ujar pimpinan Lembaga Konsumen Swedia, Gunnar Larsson seperti dikutip dari AFP, Rabu (12/3/2008).
"Pinjaman itu berjangka waktu 1 bulan dan pada akhir bulan tentu saja tidak ada cukup uang untuk membayar kembali utang itu dan juga fee-nya," imbuh Larsson.
Penyedia jasa kredit via SMS memang kini membludak di Swedia. Mobillaan Sverige merupakan pemain pertama yang melemparkan program ini pada Maret 2006. Dan kini ada sekitar 30 perusahaan serupa yang beroperasi di Swedia. Iklan kredit via SMS pun bertebaran dimana-mana mulai dari stasiun, terminal hingga televisi.
Jika masyarakat senang, tidak demikian dengan pemerintah. Mereka cukup gusar karena dikhawatirkan bisa menjerat kaum muda dalam kredit macet. Untuk itu, para kreditor pun diminta untuk memperbaiki sistem pemberian kreditnya, dengan terlebih dahulu mengecek kemampuan kredit si debitor. Pasalnya, jumlah kredit kecil yang macet itu terus membubung.
"Bahaya utama dari sistem kredit yang mudah ini adalah memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan uang dengan sangat, sangat cepat yang menstimulasi langkah cepat tanpa berpikir," ujar Janne Aakerlund, juru bicara Kronofogden.
Namun Carl Rosenbaum, juru bicara Mobillian Sverige menolak kritik tersebut dan menilainya berlebihan. Ia menegaskan, program serupa juga ada di AS dan beberapa negara Eropa lainnya. Program tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat Swedia yang dikenal dengan gaya hidup konsumtifnya serta paling cepat mengadopsi teknologi baru.
"Kesuksean besar itu mengejutkan pemerintah dan mereka tidak tahu bagaimana mengatasinya," ujar Rosenbaum.
Ia menegaskan, konsumennya rata-rata berusia 32 tahun dengan kondisi keuangan telah diteliti terlebih dahulu sebelum mendapatkan utang itu. Sementara tingkat kredit macetnya dibawah 2%.
"Angka ini lebih rendah dari perusahaan lain di pasar kredit yang tidak dijamin," ketusnya.
(qom/ir)











































