Hal tersebut disampaikan Direktur Asset Management Bank Mandiri Riswinandi dalam jumpa pers di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (12/3/2008).
"Sisa utang ini ada strateginya, untuk beberapa seperti Bosowa, sedang Domba Mas kami melakukan collection yang insentif, Prima Yudha dari Suba Indah ini bermasalah administrasi karena tidak bisa penuhi syarat untuk restrukturisasi, potensi Suba Indah yang satunya kepailitan sekarang melelang aset," tuturnya.
Sementara untuk Jayanti, Riswinandi mengatakan Jayanti sudah pailit dan sekarang Bank Mandiri sedang melelang aset. "Untuk Tata Medan sedang dalam proses secara legal di MA," ujarnya.
Untuk di 2008 ini Riswinandi mengatakan dengan segala bentuk usaha untuk adanya pelunasan dari 30 obligor bermasalah ini, Bank Mandiri menargetkan jumlah utang akan berkurang dari Rp 4,45 triliun.
NPL Kartu Kredit
Pada kesempatan yang sama Direktur Konsumer Bank Mandiri Omar S. Anwar mengatakan untuk kartu kredit, NPL kartu kredit Bank Mandiri di 2007 adalah sebesar 3,22 persen, dan di tahun ini bisa saja meningkat dengan adanya gejolak inflasi dan faktor lain.
"Sekarang ini pertumbuhan kartu kredit cenderung meningkat, sementara tingkat fraud 6 bps dan di 2008 NPL diharapkan di bawah 5 persen," tuturnya.
(dnl/ddn)











































