Saat ditanya mengenai hal itu, Raden Pardede justru balik bertanya ke wartawan yang menanyainya.
"Ya udah, saya balik bertanya pada Anda. Menurut Anda siapa yang Mike Tyson dan siapa yang Ellyas Pical. Biar Anda yang menilai dari jawaban-jawaban saya," ujar Raden dalam konferensi pers di kantor PPA, Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (13/3/2008).
Terkait isu politik uang yang berseliweran terkait pemilihan Gubernur BI, Raden memilih tidak berkomentar.
"Saya tidak bisa ngomong. Tapi kalau saya, yang saya punya hanya integritas. Saya mempertahankan profesionalisme dan kompetensi saya," ujar Wakil Dirut PT PPA ini.
Namun ia mengakui bahwa penolakan DPR atas 2 calon gubernur BI merupakan sebuah proses politik, bukan semata atas pertimbangan profesionalitas dan integritas. Kendati demikian, Raden mengimbau agar calon gubernur BI yang akan datang tidak tunduk oleh tekanan politik kendati terpilih melalui sebuah proses politik.
"Untuk calon-calon gubernur BI ke depan, itu tidak boleh tunduk pada tekanan politik karena nanti BI akan sangat kental pada tekanan politik. Kalau saya apalagi yang saya punya selain integritas," ujar Mantan Direktur Eksekutif PT Danareksa itu.
Mengenai calon dari internal BI sebagaimana diminta DPR, menurut Raden sebenarnya tidak masalah apakah calon tersebut dari internal ataupun eksternal BI.
"Di dunia pun tidak ada kriteria gubernur bank sentral harus dari internal atau eksternal. Seperti yang pernah saya bilang, Greenspan (mantan Gubernur Bank Sentral AS) kan tidak pernah bekerja di bank sentral. Tapi lihat bagaimana hebatnya dia," ujar Raden yang tetap ramah kepada wartawan ini.
(qom/ir)











































