Boediono Dimunculkan Jadi Calon Gubernur BI

Boediono Dimunculkan Jadi Calon Gubernur BI

- detikFinance
Kamis, 13 Mar 2008 11:58 WIB
Jakarta - Setelah dua calon gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo dan Raden Pardede ditolak Komisi XI, muncul lagi bursa calon gubernur BI. Salah satu yang diinginkan Menko Perekonomian Boediono untuk menduduki kursi BI-1.

"Kalau kriterianya harus punya integritas tinggi, mampu dibidang moneter dan makro ekonomi, Boediono adalah pilihan yang cocok. Apalagi dia pernah di BI," kata analis pasar modal Yanuar Rizki, Kamis (13/3/2008).

Yanuar yakin Boediono mampu membuat terobosan di BI. Pertama, bagaimana BI mengoptimalkan financial netting dengan melihat pasar global. Kedua, bisa memaksimalkan fungsi intermediasi sehingga sektor rill bisa bergerak. Ketiga, memaksimalkan sistem pembayaran bagaimana transaksi keuangan yang masuk lebih menguntungkan negara bukan pemilik asing. Keempat, berani melakukan pengawasan terhadap perbankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boediono juga dinilai sebagai sosok yang mudah diterima pasar dan bukan orang kontroversial serta tidak pernah berurusan dengan masalah hukum.

Sementara ekonom Rizal Ramli yang juga mantan Menko Perekonomian, mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tidak mengajukan calon gubernur yang kini ada di level deputi.

"Kalau bisa level di bawahnya lagi yang belum terkontaminasi dengan kasus-kasus lama," katanya.

Rizal juga punya jagoan yang menurutnya adalah sosok yang mampu menguasai masalah moneter dan ekonomi makro. "Iman Sugema (ekonom Indef) saya melihat punya kemampuan," katanya.

Rizal menduga pihak di balik penunjukkan calon gubernur BI oleh Presiden adalah Sri Mulyani. "Presiden itu apa maunya Sri Mulyani saja," katanya.

Ditanya apakah Sri Mulyani cocok menjadi gubernur BI, Rizal menjawab, "Tanyakan ke Sri Mulyani-nya".

Sementara nama Boediono yang sejak awal ramai dimunculkan, Rizal mengaku sangat berseberangan pola pikirnya dengan Menko Perekonomian itu.

"Waktu saya mengajukan amandemen UU BI tahun 2001 saat menjadi menko perekonomian, yang diajukan yakni fungsi BI jangan cuma menjaga nilai tukar rupiah dan inflasi, harus memiliki fungsi pengawasan, memiliki dewan pengawas dan pihak yang bermasalah dengan hukum harus segera diberhentikan. Tapi ketika dipegang Boediono amandemen itu berubah 180 derajat dan Boediono lebih mengikuti apa yang disarankan IMF," bebernya.

Sementara ekonom Sri Adiningsih mengharapkan pemerintah menyiapkan calon yang lebih baik, sehingga bisa meminimalisir kontroversi.

Pengamat dari Indef Fadhil Hasan juga menilai, calon mendatang sebaiknya berjumlah 3 orang sesuai Undang-undang dan merupakan kombinasi dari kalangan internal dan luar Bank Indonesia.

Jadi siapa calon pilihan SBY? Tunggu saja dibabak berikutnya.
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads