Demikian dilaporkan majalah China, Caijing dalam situsnya, seperti dikutip dari AFP, Kamis (13/3/2008).
"Bank-bank memasukkan penawarannya pekan lalu, dan Bank of China beserta beberapa bank lainnya dimasukkan dalam daftar pendek oleh Temasek dan penasihat keuangannya," demikian laporan tersebut tanpa mengutip nama sumbernya.
Temasek menjadi pemegang saham pengendali BII melalui Fullerton Financial Holdings Pte Ltd (FFH). FFH melalui konsorsium Sorak menguasai 55,85% saham BII. Konsorsium Sorak terdiri dari FFH 55%, Kookmin Bank 25%, ICD Financial Group Holdings Ltd 205.
FFH pada 25 Februari lalu secara resmi mengumumkan rencananya untuk melepas BII. Keputusan itu diambil dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Kebijakan Tunggal.
Hal ini dikarenakan Temasek secara tidak langsung juga memiliki saham di Bank Danamon. Karenanya, Temasek harus memilih apakah mempertahankan Bank Danamon atau BII.
Maybank akhir pekan lalu secara resmi mengumumkan niatnya untuk membeli saham Temasek di BII. Dua bank dari China yakni Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) dan China Construction Bank (CBC) sebelumnya juga menyatakan niat yang sama. (qom/ir)











































