Hal ini disampaikan oleh ekonom Indef Aviliani disela-sela acara diskusi Sabtu, di sebuah Kafe di Jl Cikini Raya, Sabtu (15/3/2008).
"Pengaruh kiblat Tumur Tengah dengan adanya UU Sukuk, kalau dipercepat akan lebih masuk ke Indonesia sehingga akan sangat bagus. Suatu negara yang bisa mengimbangi untuk masuk ke Indonesia itu mereka sangat bersaing kuat. Justru itu kita diuntungkan dengan itu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu juga kata Aviliani, ekonomi dunia juga beralih pada Singapura yang sekarang menurutnya sudah menjadi penguasa pemodal.
"Indonesia sekarang ini tidak harus berkiblat dengan siapa pun karena sekarang ini kita sudah bebas dari IMF, kita bisa menentukan apa kebutuhan dari kita sendiri," tambahnya.
Tetapi ia juga tetap menilai hubungan internasional terutama untuk perdagangan dengan negara-negara seperti AS, Jepang dan China masih diperlukan. Karena transaksi perdagangan Indonesia masih besar dengan negara-negara tersebut.
"Sehingga peralihan ke Timur Tengah itu masih penjajakan sehingga belum besar untuk pasar ke sana, kalau kita berkiblat disuatu negara, kita akan sulit menggali kekuatan. Kalau sukuk segera dilakukan sehingga dana timur tengah akan cepat masuk," paparnya.
Ia menilai Singapura walaupun memiliki modal tetapi terhitung sebagai negara kecil. "Mereka masih menunggu kebijakan-kebijakan Indonesia. Mereka buat kebijakan orang Indonesia bisa sekolah disana karena mereka membutuhkan Indonesia sebagai tempat ekonomi mereka karena dia tidak punya apa-apa, ekonominya sangat tergantung Indonesia," katanya.
Dengan kondisi ini ia menilai sekarang ini Indonesia punya posisi tawar yang sangat kuat terutama dengan adanya kasus subprime mortgage di AS.
(hen/ir)











































