Keputusan itu diambil ditengah keterpurukan pasar finansial yang dipicu oleh ambruknya raksasa finansial AS, Bear Stearns. Runtuhnya Bear Stearns itu kembali membuat shock pasar finansial.
Pengumuman the Fed itu dilakukan pada waktu yang tidak biasa, yakni Minggu (16/3/2008), atau menjelang dibukanya pasar finansial Asia. Keputusan itu juga diumumkan hanya 2 hari menjelang rapat rutin bulanan the Fed, atau Federal Open Market Committee (FOMC).
"Pengumuman ini merupakan bagian dari dua prakarsa yang didesain untuk meningkatkan likuiditas pasar dan memfungsikan pasar secara utuh," ujar the Fed dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Senin (17/3/2008).
The Fed selanjutnya akan menyediakan likuiditas kepada dealer utama atau primary dealers termasuk perusahaan pialang yang saat ini tidak memungkinkan mendapatkan pinjaman langsung dari Bank Sentral. The Fed juga memperpanjang waktu untuk pinjaman maksimal 90 hari, dari sebelumnya hanya 30 hari.
Sayangnya keputusan itu justru membuat dolar AS terjatuh dan pasar finansial Asia amburadul. Euro mencapai puncak di level 1,58 dolar. Sementara dolar AS juga terpuruk hingga di level psikologis 100 yen, atau tepatnya di 96,57 yen. Level tersebut merupakan yang terendah sejak September 1995.
Bursa-bursa utama Asia juga langsung berguguran seperti Tokyo merosot 4,2%, Hong Kong merosot 4,1%, Shanghai turun 1,86% dan IHSG terpuruk 4,46%.
Pengumuman yang tidak lazim itu justru diartikan bahwa The Fed sedang panik.
"The Fed secara jelas tidak berpikir untuk menunggu hingga Selasa. Mereka jelas-jelas khawatir," jelas Robert Brusca, ekonom dari FAO.
Brusca menjelaskan, salah satu pertanda kepanikan te Fed adalah pengumuman yang diberikan hanya sesaat setelah JP Morgan Chase mencapai kesepakatan dengan Bear Stearns untuk pembelian saham senilai US$ 2 per saham.
"Ini tidak hanya soal Bear Stearns. Orang kini mulai bertanya tentang perusahaan sekuritas lainnya. Bear Stearns setahun yang lalu berharga US$ 150 per saham, tapi kini hanya dihargai US$ 2. Anda tak harus menjadi orang pintar untuk tahu bahwa hal ini salah," jelasnya.
(qom/ir)











































