Hal tersebut disampaikan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardoyo, usai RUPSLB di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/3/2008).
"Itu untuk menggantikan refinancing yang jatuh tempo dan biaya ekspansi," ujar Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada empat institusi, asing semua. Perjanjian pinjaman ini dilaksanakan dalam satu bulan terakhir. Penandatanganan tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Mandiri untuk mencari pembiayaan murah selain dari obligasi," tutur Agus.
Menurut Agus, pinjaman bilateral ini bunganya lebih murah dari obligasi. Alasan penundaan penerbitan obligasi, juga karena pasar meminta tingkat bunga yang terlalu tinggi.
"Kita tunda penerbitannya, namun tidak menutup kemungkinan Mandiri akan menerbitkan obligasi tersebut tentunya setelah melihat kondisi pasar," jelas Agus.
(ir/qom)











































