Diluar dugaan, pemerintah Jepang mencalonkan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Koji Tanami sebagai Gubernur Bank of Japan (BoJ).
Tanami sebelum menjabat sebagai Gubernur JBIC pernah menjabat di kantor menteri keuangan Jepang. JBIC merupakan lembaga pemerintah Jepang yang biasa memberikan bantuan pinjaman bagi negara berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun partai oposisi yakni Partai Demokrat langsung kembali memberikan sinyal penolakan mereka untuk yang kedua kalinya.
"Saya khawatir pencalonan ini akan sulit untuk disetujui," ujar Kenji Yamaoka, Ketua Bidang Parlementer Partai seperti dilaporkan media Jepang NHK seperti dilansir AFP, Selasa (18/3/2008).
Padahal parlemen Jepang sebelumnya telah menolak calon gubernur BoJ usulan pemerintah yakni Deputi Gubernur Bank Jepang Toshiro Muto.
Kasusnya menyerupai penolakan Agus Martowardojo dan Raden Pardede oleh Komisi XI DPR. Hanya saja, yang ditolak parlemen Jepang adalah calon dari internal. Sementara Komisi XI DPR RI menolak kedua calon usulan Presiden SBY, salah satunya karena alasan bukan dari internal BI.
Kini setelah pemerintah Jepang mengumumkan nama baru yakni Tanami, pihak oposisi juga kembali menolak.
"Kami kecewa, dalam teori susah untuk menyetujui Tanami padahal sebelumnya kami menolak Muto," imbuh Yamaoka.
Kursi Gubernur BoJ akan kosong pada Rabu 19 Maret karena ditinggalkan Toshihiko Fukui yang habis masa tugasnya Β
Sebelumnya Partai Demokrat memberikan sinyal akan menyetujui 2 nama yakni Haruhiko Kuroda yang sekarang menjabat sebagai Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Hiroshi Watanabe, mantan wakil menteri keuangan Jepang.
(ddn/qom)











































