Optimisme perbankan ini disampaikan perbankan dalam pertemuan antara Dewan Gubernur BI dengan pimpinan 15 bank dengan nilai aset terbesar atau lebih dikenal dengan Systemically Important Banks (SIBs), Senin (17/3/2008) malam, seperti disampaikan dalam siaran pers BI.
Berdasarkan Rencana Bisnis Bank (RBB) 2008 yang disampaikan ke BI, target penyaluran kredit perbankan tahun 2008 mencapai 24,6%, atau sekitar Rp 246,2 triliun. Target ini lebih tinggi dari target pertumbuhan kredit perbankan tahun 2008 yang diperkirakan BI dan target pertumbuhan kredit perbankan dalam RBB tahun 2007 yaitu masing-masing sebesar 22%. Â
Perbankan melihat masih ada peluang ekspor yang tinggi pada beberapa komoditas. Selain itu, perkembangan yang positif di beberapa sektor industri termasuk sektor UMKM akan dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai target pertumbuhan kreditnya. Â
Meski demikian, perbankan menilai perlunya dicermati perkembangan pasar modal yang terjadi akhir-akhir ini baik secara nasional maupun regional. Â
Dari evaluasi BI, pada tahun 2007 perbankan nasional mencatat prestasi dengan menorehkan pertumbuhan kredit sekitar 25,5%, atau diatas target sebesar 22%, yang diikuti perbaikan beberapa indikator perbankan lainnya.
Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa secara umum stabilitas makro ekonomi dan stabilitas sistem keuangan Indonesia relatif terjaga di tengah kondisi perekonomian global.
"Situasi ekonomi dunia yang masih diwarnai isu subprime mortgage, kenaikan harga minyak dan komoditas dunia yang dapat berdampak terhadap kestabilan harga dan pertumbuhan ekonomi nasional, perlu disikapi dengan cermat tanpa mengurangi rasa optimisme pencapaian hasil yang lebih baik pada penyaluran kredit di tahun 2008," ujar Burhanuddin.
(qom/ir)











































