"Sudah 1 abad untuk negosiasi tapi belum berhasil, saya minta antara Depkeu dan BI ada hasilnya. Jadi harus ada remunerasi (return), karena bagi BI itu bagus karena BI tidak perlu lakukan sterilisasi likuiditas jika pemerintah menempatkan di bank komersial," tutur Menkeu Sri Mulyani pada pidato sambutan di seminar cash management di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (19/3/2008).
Menkeu mengatakan selama ini anggaran yang disimpan di BI sifatnya zero return. "Harusnya BI tidak membolehkan begitu. Tapi masalahnya kalau kita simpan di bank komersil nanti BI juga lebih berat menyerap lagi likuiditas lewat SBI," katanya.
Pada kesempatan yang sama Dirjen Perbendaharaan Depkeu Herry Purnomo mengatakan, depkeu dan BI masih dalam tahap pembicaraan menuju ke arah kesepakatan.
"Ya kita tempatkan dana bagaimana, lalu remunerasinya bagaimana, angkanya kan masih dinego terus dikaitkan dengan SPN bagaimana, cash mangementnya seperti apa, semuanya di BI nanti," ujarnya.
Targetnya dikatakan Herry, Depkeu inginnya pada bulan ini kalau bisa sudah ada kesepakatan dengan BI.
"Sehingga pada bulan April sudah ada kejelasannya, sekarang ini pembicaraan segitiga, Dirjen Perbendaharaan Negara, Dirjen Pengelolaan Utang, dan BI karena ada kepentingan dalam penerbitan SPN yang akan jadi last resort bagi shortcash pemerintah," tuturnya.
(dnl/ir)











































