SEACEN: Krisis Finansial AS Diyakini Tak Mampir ke Asia

SEACEN: Krisis Finansial AS Diyakini Tak Mampir ke Asia

- detikFinance
Sabtu, 22 Mar 2008 14:39 WIB
Jakarta - Krisis finansial yang melanda Amerika Serikat (AS) diyakini hanya akan memberi dampak yang terbatas pada perekonomian Asia. Kuatnya permintaan domestik dan perkembangan perdagangan regional mampu memitigasi dampaknya.

Demikian hasil pembicaraan dari ke-43 konferensi dan pertemuan ke-27 Gubernur Bank Sentral se-Asia Pasifik atau South East Asian Central Banks (SEACEN) yang diselenggarakan di Gedung BI, Jakarta, Sabtu (22/3/2008). Konferensi tersebut sudah berlangsung sejak Jumat (20/3/2008) dan dibuka oleh Menko Perekonomian Boediono.

Dalam siaran pers hasil pembicaraan, para Gubernur SEACEN mencatat pertumbuhan ekonomi global kini sedang melemah. Sementara pertumbuhan ekonomi AS diproyeksikan melambat dan semakin tajam yang memberikan kelanjutan dampak krisis subprime. Sementara di Uni Eropa, pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan moderate pada tahun 2008 dan 2009. Wilayah Asia baru akan kena dampak jika ada peningkatan risiko penurunan ekonomi global. Tapi, dampak ini akan dimitigasi dengan kuatnya permintaan domestik dan berkembangkan perdagangan antar regional.

"Saya pikir ketika mendiskusikan ini, kita katakan, kita akan terkena dampak global slowdown. Tetapi, untungannya saat ini, kita masih di-support oleh permintaan domestik, karena itulah sampai saat ini masih ada perdagangan yang cukup besar antar regional yang mendorong pertumbuhan ekonomi Asia. Dan fundamentalnya secara keseluruhan masih lebih baik dibandingkan resesi sebelumnya," jelas Gubernur Bank Sentral Singapura Heng Swee Keat.

Dari hasil pertemuan itu, para gubernur SEACEN memandang bahwa pendalaman pasar finansial atau financial deepening di dalam ekonomi Asia Pasifik telah membuat diverfisikasi yang lebih terstruktur menuju sistem pasar keuangan yang lebih canggih dan tertata. Perkembangan itu terus berlanjut kendati ada turbulensi finansial.

Institusi finansial yang semakin kuat dan diversifikasi risiko yang semakin bagus diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi dari gejolak yang terjadi.

Meskipun begitu, para gubernur SEACEN melihat financial deepening seharusnya dilakukan secara bertahap. Mereka juga menggarisbawahi bahwa risiko ekses likuiditas serta tindakan pendalaman finansial yang tidak dibarengi dengan pengawasan yang memadai dan peraturan yang memadai menimbulkan kompleksitas berlebih.

Para gubernur SECEN juga mencatat bahwa kedisplinan pasar, prinsip kehati-hatian dan pengawasan di sektor finansial sangat penting dilakukan. Namun ada suatu kebutuhan untuk menyeimbangkan finansial deepening dan prinsip kehati-hatian untuk mendorong inovasi finansial, aturan yang mendukung, dan good corporate governance.

Selain itu, para gubernur SEACEN juga menekankan pentingnya untuk meningkatkan pengawasan pasar finansial dengan meningkatkan kapasitas guna  merespons shock di pasar finansial dengan tepat waktu. Sebagai tambahan, kerja sama regional dapat meningkatkan perkembangan dan dapat semakin mengedepankan ketahanan pasar keuangan regional.



(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads