Jepang Tawarkan Pinjaman US$ 150 Juta untuk Sektor Pelayaran

Jepang Tawarkan Pinjaman US$ 150 Juta untuk Sektor Pelayaran

- detikFinance
Senin, 24 Mar 2008 13:43 WIB
Jakarta - Pemerintah sedang melakukan finalisasi penawaran pinjaman dari pemerintah Jepang sebesar US$ 150 hingga 200 juta untuk kebutuhan pengadaan armada angkutan laut di sektor pelayaran atau perkapalan.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Laut Effendi Batubara di sela-sela acara "Business Meeting Pembiayaan Perbankan pada Industri Pelayaran/Perkapalan," di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (24/3/2008).

"Pemerintah Jepang menawarkan pinjaman yang sifatnya soft loan, saat ini sedang proses finalisasi dan diharapkan akan mulai mengucur pada 2008 hingga 2009," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pinjaman yang diberikan memang bersifat G to G, akan tetapi nantinya pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Perhubungan, akan menyalurkan pinjaman tersebut kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor perkapalan/pelayaran.

Adapun tujuan pengadaan armada angkutan laut ini adalah untuk persiapan penerapan Inpres No.5 Tahun 2005, yang berdasarkan roadmap impelentasinya pada akhir 2010 semua angkutan dalam negeri oleh armada asing sudah harus digantikan dengan kapal berbendera Indonesia.

"Penawaran pinjaman ini sudah masuk di dalam blue book Bappenas, dan suku bunga yang ditawarkan untuk pinjaman ini adalah 1,3 persen per tahun," ujarnya.

Effendi mengatakan sampai saat ini sudah ada 7 perusahaan pelayaran dan 7 perusahaan galangan kapal yang mendaftar untuk mendapatkan pinjaman ini. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads