Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Laut Effendi Batubara di sela-sela acara "Business Meeting Pembiayaan Perbankan pada Industri Pelayaran/Perkapalan," di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (24/3/2008).
"Pemerintah Jepang menawarkan pinjaman yang sifatnya soft loan, saat ini sedang proses finalisasi dan diharapkan akan mulai mengucur pada 2008 hingga 2009," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun tujuan pengadaan armada angkutan laut ini adalah untuk persiapan penerapan Inpres No.5 Tahun 2005, yang berdasarkan roadmap impelentasinya pada akhir 2010 semua angkutan dalam negeri oleh armada asing sudah harus digantikan dengan kapal berbendera Indonesia.
"Penawaran pinjaman ini sudah masuk di dalam blue book Bappenas, dan suku bunga yang ditawarkan untuk pinjaman ini adalah 1,3 persen per tahun," ujarnya.
Effendi mengatakan sampai saat ini sudah ada 7 perusahaan pelayaran dan 7 perusahaan galangan kapal yang mendaftar untuk mendapatkan pinjaman ini. (dnl/ir)











































