Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa malam (25/3/2008).
"Saat lelang, harga yang mereka (peserta lelang) sampaikan terlalu tinggi/mahal sehingga ditolak. Harga minyak yang tinggi, ekspektasi inflasi yang meningkat, dampak krisis global dari subprime mortgage telah mempengaruhi sentimen negatif pasar," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benchmark tersebut ditetapkan berdasarkan assessment pemerintah terhadap situasi pasar saat ini, ternyata saat lelang harga yang ditawarkan terlalu tinggi," katanya.
Dalam lelang ZC0004 pada Selasa kemarin (25/3/2008) jumlah penawaran yang masuk berjumlah Rp 1,839 triliun dengan yield terendah sebesar 9,5 persen dan yield tertinggi 11,03 persen. Akan tetapi tingkat imbal hasil tersebut tidak sesuai dengan benchmark obligasi pemerintah.
Semula pemerintah menargetkan perolehan dana Rp 2 triliun dari hasil lelang obligasi tanpa kupon ini. Hasil penerbitan ini rencananya akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2008. (dnl/ir)











































