Gejolak Pasar Global Picu Permintaan Yield SUN Tinggi

Gejolak Pasar Global Picu Permintaan Yield SUN Tinggi

- detikFinance
Rabu, 26 Mar 2008 07:40 WIB
Jakarta - Pemerintah tidak menyerap seluruh penawaran yang masuk pada lelang obligasi negara seri ZC0004 kemarin karena harga yang ditawarkan para peserta lelang terlalu tinggi. Berbagai gejolak yang terjadi pada perekonomian dunia telah mempengaruhi sentimen negatif pasar.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa malam (25/3/2008).

"Saat lelang, harga yang mereka (peserta lelang) sampaikan terlalu tinggi/mahal sehingga ditolak. Harga minyak yang tinggi, ekspektasi inflasi yang meningkat, dampak krisis global dari subprime mortgage telah mempengaruhi sentimen negatif pasar," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahmat mengatakan dalam setiap lelang obligasi negara pemerintah hanya bisa mengambil tawaran (bids) dari investor yang memenuhi benchmark harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Benchmark tersebut ditetapkan berdasarkan assessment pemerintah terhadap situasi pasar saat ini, ternyata saat lelang harga yang ditawarkan terlalu tinggi," katanya.

Dalam lelang ZC0004 pada Selasa kemarin (25/3/2008) jumlah penawaran yang masuk berjumlah Rp 1,839 triliun dengan yield terendah sebesar 9,5 persen dan yield tertinggi 11,03 persen. Akan tetapi tingkat imbal hasil tersebut tidak sesuai dengan benchmark obligasi pemerintah.

Semula pemerintah menargetkan perolehan dana Rp 2 triliun dari hasil lelang obligasi tanpa kupon ini. Hasil penerbitan ini rencananya akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2008. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads