Sebesar 44,3% saham yang akan ditender offer itu nilainya mencapai US$ 1,2 miliar. Sementara seluruh saham konsorsium Sorak di BII dibeli Maybank US$ 1,5 miliar. Dengan demikian, total pembelian saham BII mencapai US$ 2,7 miliar, atau sekitar Rp 24,3 triliun.
Harga US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun itu berarti berlipat-lipat dari harga pembelian BII dari BPPN pada tahun 2003 silam. Sekitar 5 tahun lalu, konsorsium Sorak membeli 51% saham BII dengan harga hanya Rp 1,9 triliun. Total yang diterima BPPN dari pelepasan saham BII melalui strategic sale 51% dan market placement 20% mencapai Rp 2,67 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat gembira dengan hasil ini dan semangat untuk bergerak maju untuk memberikan nilai yang signiifikan bagi BII," ujar pjs CEO Maybank, Aminuddin Md Desa dalam siaran persnya, Rabu (26/3/2008).
"Hal ini memberikan landasan yang luar biasa bagi kami untuk mengkapitalisasi kesempatan pertumbuhan dengan risiko eksekusi yang terbatas, bergabung dengan basis fundamental yang kuat dari perekonomian Indonesia. Tim manajemen saat ini juga memiliki pengalaman yang tinggi dan secara strategis sejalan dengan aspirasi Maybank di Indonesia," tambahnya.
Bank Sentral Malaysia (Bank Negara Malaysia) telah memberikan persetujuan untuk rencana akuisisi ini. Kesepakatan pembelian saham ini sekarang tinggal menunggu persetujuan dari Bank Indonesia dan pemegang saham Maybank.
Maybank telah menunjuk Aseambankers dan BNP Paribas sebagai penasihat dalam proses akuisisi. Maybank berharap akuisisi saham BII bisa selesai dalam 6 bulan ke depan.
"Akuisisi ini akan mentransformasikan prospek pertumbuhan kami di Indonesia, dan menjadi sebuah langkah besar menuju strategi kami meregionalisasi operasional kami melalui investasi yang terpilih di pasar yang pertumbuhannya tinggi," kata Aminuddin.
"Maybank adalah institusi finansial yang mapan dengan jejak rekam yang baik di Malaysia. Kami yakin bahwa hal itu akan memberikan kekuatan untuk menyokong pertumbuhan saham BII dalam fase pertumbuhan berikutnya," ujar Direktur Fullerton Financial Holdings, Tow Heng Tan.
(qom/ir)











































