"Pendapatan premi produksi baru tahun lalu mencapai Rp 30,6 trilun, tumbuh 94% dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 15,8 triliun," ujar Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Evalina Pietruschka, dalam jumpa pers di Plaza Semanggi, Jakarta, Rabu (26/3/2008).
Total pendapatan premi lanjutan di 2007 sebesar Rp 13,78 triliun, tumbuh 28,4% dari posisi tahun 2006 yang sebesar Rp 10,73 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pendapatan yang diperoleh dari investasi dan lain-lainnya sebesar Rp 12,95 triliun, tumbuh 105,5% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 6,3 triliun.
"Dengan demikian total pendapatan industri asuransi jiwa nasional di 2007 mencapai Rp 58,17 triliun, tumbuh 76% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 33,1 triliun," ujar Evalina.
Total nilai klaim asuransi jiwa nasional sepanjang 2007 sebesar Rp 18,5 triliun, tumbuh 34% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 13,8 triliun.
"Sedangkan total jumlah tertanggung di 2007 sebanyak 28,38 juta orang, menurun 11% dari jumlah di tahun 2006 sebanyak 31,93 juta orang," ulas Evalina.
Sementara jumlah investasi dan total aset di 2007 masing-masing sebesar Rp 90,95 triliun dan 101,2 triliun.
Hasil pemaparan di atas diperoleh dari data kinerja 40 perusahaan asuransi jiwa yang terdiri dari 1 perusahaan BUMN, 24 perusahaan swasta nasional dan 15 perusahaan patungan (joint venture). (dro/ir)











































