Kredit Bank Hanya Sentuh 5% UKM di Pedesaan

Kredit Bank Hanya Sentuh 5% UKM di Pedesaan

- detikFinance
Kamis, 27 Mar 2008 17:50 WIB
Jakarta - Pembiayaan syariah untuk membantu permodalan usaha kecil menengah (UKM) perlu diberdayakan, baik melalui perbankan maupun lembaga-lembaga keuangan mikro, melalui peningkatan akses lembaga keuangan ke UKM yang berada di daerah terpencil.
 
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aries Mufthi dalam seminar "Menyiasati Persyaratan Bankable Bagi UKM" di Gedung Arthaloka, Jalan Jend. Soedirman, Jakarta, Kamis (27/3/2008).
 
"Hanya 5 persen UKM di pedesaan yang tersentuh perbankan karena terbatasnya akses," ujarnya. Aries mengatakan meskipun di daerah terpencil ada Lembaga Keuangan Mikro, tapi kapasitas pembiayaan mereka terbatas.
 
"Oleh karena itu dalam hal ini Bank Muammalat dan PNM (Permodalan Nasional Madani) bisa membantu LKM Syariah dalam meningkatkan kapasitas pembiayaannya kepada UKM," tuturnya.
 
Selain itu, Aries mengatakan penggunaan teknologi dalam sistem akses pembiayaan bisa menjadi jalan keluar untuk dapat menjangkau pelaku UKM di daerah terpencil.
 
Pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT PNM Parman Nataatmadja mengatakan perseroan selama ini terus meningkatkan pembiayaan kepada UKM melalui LKM.
 
"Sektor UKM merupakan penopang pertumbuhan ekonomi, selain itu penyerapan tenaga kerjanya juga cukup tinggi. Kita selama ini berusaha membantu UKM yang feasible tapi belum bankable," tuturnya.
 
Selain itu, Direktur Keuangan dan Administrasi Bank Muammalat Andi Buchari menuturkan Bank Muammalat selama ini selalu membantu pembiayaan kepada UKM melalui LKM Syariah atau melalui BMT (Baitul Maal Tamwil) untuk penyaluran kredit ke UKM.
 
"Tahun ini untuk usaha mikro kita akan menyalurkan kredit Rp 200 miliar melalui BMT, jadi untuk mikro hampir semuanya melalui channeling," jelasnya.
 
Tahun lalu dari total outstanding kredit Bank Muammalat yang sebesar Rp 9 triliun, 70 persennya atau sekitar Rp 6 triliun disalurkan ke UMKM. "Tahun ini kalau aset kita tumbuh menjadi Rp 13 triliun maka outstanding kita ditargetkan menjadi Rp 11,5 triliun dan 70 persennya UMKM," ujarnya.
(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads