"Tahun ini kita berencana meningkatkan komposisi kredit agribisnis jadi 40%. Tahun lalu komposisi kredit agribisnis BRI sebesar 28,61% dari total kredit," ujar Direktur UMKM BRI, Sulaiman A Arianto kepada detikFinance, di gedung BRI, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (27/3/2008).
Total nilai penyaluran kredit BRI di 2007 sebesar Rp 113,853 triliun. Dengan demikian penyaluran kredit BRI ke sektor agribisnis di 2007 sebesar Rp 32,56 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian target penyaluran kredit BRI ke sektor agribisnis sebesar Rp 54,8 triliun (40% x Rp 137 triliun).
Sikap optimistis BRI dalam pencapaian target penyaluran kredit di 2008 ditengah kenaikan harga minyak, justru dimotori oleh kenaikan harga komoditi di sektor agribisnis.
"Harga komoditi gula, sawit, jagung, beras, kopi, karet, dan sebagainya sekarang sedang melambung sebagai dampak kenaikan harga minyak. BRI melihat ini justru sebagai peluang menyalurkan kredit ke sektor agribisnis, dimana ini merupakan karakter BRI yang salah satu fokus utamanya adalah penyaluran kredit di sektor agribisnis," ujar Direktur Utama BRI, Sofyan Basir.
Berdasarkan hal tersebut, BRI menyatakan masih optimistis dapat mengejar pertumbuhan kredit di atas 20%.
Sementara itu, di tahun 2008 ini BRI menargetkan pertumbuhan DPK sebesar 20%, dengan komposisi dana murah 60% dan dana mahal 40%. Untuk net profit di 2008, BRI menargetkan pertumbuhan sekitar 10-15%.
Mengenai pengembangan jaringan, BRI berencana membuka sekitar 100 kantor cabang baru dan 1000 unit mikro di online network.
(dro/ir)











































