Menurut Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Evelina Pietruschka, optimisme itu didasarkan pada pertumbuhan premi asuransi jiwa tahun 2007 yang mencapai 67% dibandingkan periode yang sama 2006 senilai Rp 26,5 triliun.
Dari perolehan premi tahun 2007 itu, sebesar Rp 30,6 triliun diantaranya adalah pendapatan premi produksi baru. Angka ini tumbuh sangat signifikan sebesar 94% atau melesat dibandingkan periode yang sama 2006 yang mencapai Rp 15,8 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polis asuransi jiwa rupanya telah menjadi salah satu alteratif strategi balancing portofolio itu," tambahnya.
Menurutnya, kondisi seperti ini sebenarnya telah terjadi sejak 2007 lalu dan nampaknya masih terus berlangsung hingga tiga bulan pertama tahun ini.
"Seiring dengan pertumbuhan pendapatan premi, aset perusahaan asuransi jiwa juga diprediksi akan terus tumbuh," ujar Evelina.
Sebagai gambaran, aset perusahaan asuransi jiwa sudah melampaui angka Rp 100 triliun rupiah pada akhir tahun 2007 lalu. Invested asset diyakini juga bakal tumbuh dengan alokasi portofolio yang disesuaikan strategi investasi masing-masing perusahaan.
Di sisi lain, kata Evelina, berkembangnya produk asuransi yang dikaitkan dengan tabungan dan investasi yang saat ini memberikan alternatif kepada pasar untuk menempatkan dananya. Selain itu juga polis asuransi yang mengandung unsur investasi semakin diminati karena dapat memberikan imbal hasil yang lebih baik dan sekaligus memberikan proteksi asuransi.
Pendapatan Investasi
Industri asuransi jiwa nasional juga membukukan pertumbuhan pendapatan dari hasil investasi (unaudited) pada 2007 sebesar Rp 10,4 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 75% dibandingkan 2006 yang mencapai Rp 5,9 triliun. Sehingga, total pendapatan industri asuransi jiwa pada 2007 mencapai Rp 58,2 triliun atau tumbuh sebesar 76% dibandingkan 2006 sebesar Rp 33,1 triliun.
Total pendapatan industri asuransi jiwa nasional pada 2006 (audited) Rp 34,2 triliun, mengalami peningkatan 28% dibandingkan 2005 yang mencapai Rp 26,7 triliun. Sedangkan pertumbuhan total aset industri asuransi jiwa 2007 (unaudited) telah menyentuh titik baru, yakni senilai Rp 101,2 triliun atau naik 52% dibandingkan 2006 senilai Rp 66,4 triliun.
(qom/ddn)











































