SBY Butuh Masukan agar Cagub BI Tak Ditolak Lagi

SBY Butuh Masukan agar Cagub BI Tak Ditolak Lagi

- detikFinance
Jumat, 28 Mar 2008 14:36 WIB
Jakarta - Presiden SBY menerima masukan dari berbagai kalangan mulai dari akademisi, tokoh, dan pengamat ataupun para pemimpin redaksi media massa. Masukan itu penting agar cagub BI baru itu tak senasib dengan Agus Martowardojo dan Raden Pardede yang ditolak DPR.

"Presiden mengundang mantan gubernur BI, rektor-rektor, pengamat dan sebagainya untuk didengarkan pendapatnya. Karena ini penting sekali," kata Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (28/3/2008).

Menurutnya, kini Presiden SBY benar-benar ingin mengajukan nama yang dapat diterima berbagai kalangan. "Tentu presiden akan memilih siapa saja yang cocok," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Kalla masih menolak membeberkan siapa jago pemerintah untuk duduk di BI itu.

"Tentu yang memiliki kredibilitas, akhlak yang baik, tidak pernah dihukum, punya pengetahuan dan pengalaman. Banyak yang punya syarat itu," pungkasnya.

Seperti diketahui, SBY siang ini akan mendengarkan masukan dari berbagai kalangan. Masukan dibagi dalam 2 kloter.

Untuk kloter I yang akan dimulai pukul 14.30 WIB terdiri dari Gubernur BI Burhanuddin abdullah, mantan Gubernur BI Arifin Airegar, Adrianus Mooy, Ani Ratnawati (Kabadiklat Depkeu), Sofyan Basyir (Dirut BRI), Cyrilius Harinowo (Komisaris BCA), Chairul Tanjung (Komisaris Utama Bank Mega), Edwin Gerungan (Komut Bank Mandiri, Budi Hartono (pimpinan Grup Djarum), Gita Wiryawan (Presdir JP Morgan), Patrick Waluyo (CEO Northstar Pacific).

Sementara kloter 2 terdiri dari:Badiyah Petisade (Rektor Unsri), Ainun Naim (Dekan FE UGM), Bambang Sumantri (Dekan FE UGM), Chatib Basri (kepala LPEM FEUI), Mirza Adityaswara (ekonom), Erick Thohir ( pengusaha), Bambang Sukationo (pimred Kompas), Ahmad Djauhar (Pimred Bisnis Indonesia), Bambang Harymurti (Tempo), Saur Hutabarat (Media Indonesia), Primus Dorimulu (Investor Daily).



(ary/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads