Laba sebelum pajak ini tumbuh 18,24 persen dibanding 31 Desember 2006 sebesar Rp 459,73 miliar. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Bukopin, Glen Glenardi di Jakarta, Minggu (30/3/2008).
Bukopin akan tetap fokus pada bisnis utama di bidang usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi, konsumer serta komersial, dengan tetap menjaga asas prudential banking.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami senantiasa menjaga kestabilan operasional dengan konsentrasi pada bisnis yang sudah kami tekuni dan terus mengembangkan bisnis secara prudent namun menguntungkan," ujarnya.
Pencapaian laba Bukopin juga didorong oleh naiknya pendapatan bunga bersih sebesar 4,86 persen menjadi Rp 1,280 triliun serta meningkatnya pendapatan operasional non-bunga (fee based income) sebesar 56,26 persen menjadi Rp 273,69 miliar.
Kontribusi pendapatan fee based ini berasal dari transaksi valuta asing, pendapatan atas transaksi surat berharga, serta disusul oleh pendapatan dari jasa-jasa perbankan, antara lain pengelolaan rekening, pendapatan dari bisnis kartu, jasa ATM, bank garansi, dan transaksi ekspor-impor (trade finance).
Sementara itu, dari sisi total aset per 31 Desember 2007 tercatat sebesar Rp 34,454 triliun, naik 9,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, terutama didorong oleh melonjaknya pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 17,94 persen dari Rp 24,847 triliun menjadi Rp 29,305 triliun.
"Peningkatan DPK ini terjadi di semua jenis dana, dengan kenaikan terbesar pada tabungan 48,48 persen, deposito 20,14 persen dan giro 6,71 persen," ujarnya.
(ddn/ddn)











































