Bila dirinci pertumbuhan kredit untuk UKM ditargetkan sebesar 22-25 persen dan pertumbuhan kredit consumer sebesar 20-22 persen.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BNI Gatot Suwondo dalam jumpa pers di Gedung BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (31/3/2008).
"Mesin bisnis yang diharapkan tumbuh paling pesat di tahun 2008 adalah small medium enterprise banking dan consumer banking, diikuti oleh corporate banking," ujarnya.
Sementara itu untuk kredit infrastruktur Gatot mengatakan perseroan akan segera menuntaskan persetujuan komitmen kredit infrastruktur di tahun ini untuk kredit jalan tol, pembangkit listrik serta sektor migas.
"Di 2008 komitmen yang akan disetujui nilainya kurang lebih Rp 24 triliun, dan rencana pengucurannya sekitar Rp 6 triliun," katanya.
Pada 2007 pertumbuhan kredit BNI 33 persen dari Rp 66,46 triliun di 2006 menjadi Rp 88,65 triliun.
Pembiayaan syariah naik 59 persen sehingga sehingga menjadi Rp 1,8 triliun di akhir 2007. Ekspansi kredit 2007 dibukukan oleh segmen usaha menengah dan kecil dengan pertumbuhan masing-masing senilai Rp 5,92 triliun (naik 41 persen) dan Rp 4,13 triliun (naik 30 persen).
Gatot mengatakan BNI sedang mengkaji untuk mencari investor strategis untuk anak usahanya, agar bisa diperkuat usahanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun anak usaha yang akan dicarikan strategic investor adalah multifinance, BNI Sekuritas dan BNI Life. "Kepemilikan kita pada anak usaha tersebut 80 hingga 99 persen, kita cari strategic investor tapi kita tetap mayoritas di dalamnya nanti," ujarnya.
Tahun 2008 capex BNI sekitar Rp 930 miliar yang akan digunakan untuk menambah mesin ATM sebanyak 500 mesin.
(dnl/ddn)











































