"Saya nilai Pak Boediono itu figur yang layak, the best of the worst, paling paham dari sisi moneter," ujar pengamat ekonomi Yanuar Rizki ketika dihubungi detikFinance, Selasa (1/4/2008).
Kepiawaan Boediono juga sudah terlihat. Boediono selama masuk ke kabinet, sudah terbukti bisa mempertahankan stabilitas makro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Yanuar beranggapan sosok Boediono lebih cocok sebagai panglima moneter ketimbang menjadi otoritas fiskal. Hal ini terlihat dari beberapa artikel yang dikeluarkan oleh Boediono. "Pak Boediono itu orang moneter murni," ujarnya.
Sementara itu pengamat ekonomi dari Indef Iman Sugema menambahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlalu berisiko jika mencalonkan Boediono sebagai cagub BI.
"Saya kasihan ke presiden berarti dia harus merombak lagi kabinet dengan waktu yang tersisa sekitar 1,5 tahun, dipotong masa pemilu 1 tahun," ujarnya.
Jika Boediono menjadi Gubernur BI maka penggantinya harus cepat menyesuaikan diri dengan Kabinet Indonesia Bersatu dalam waktu yang singkat.
DPR Bisa Saja Tolak BoedionoIman juga menilai DPR bisa saja kembali menolak Boediono karena yang bersangkutan terkait dengan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) meskipun belum terbukti.
"Kemungkinan ada penolakan karena terkait BLBI," ujarnya.
(ddn/ir)











































